HARUS SEPENUH HATI DULU DAN JANGAN TERPAKSA
Aku
Anggita Kusuma Wardhani atau yang biasa di panggil Anggi kali ini akan berbagi
cerita dan pengalaman selama pandemi Covid-19. Semoga bisa menginspirasi
6
april 2020, sekolahku resmi i liburkan karena ya kalian semua pasti tau lah apa
yang lagi viral, ya virus corona. Sesuai rencana sekolah melakukan kegiatan
belajar dirumah selama 2 minggu, namun lagi-lagi di perpanjang sampai waktu yang tidak di tentukan.
Uhh...menggantung sekali bukan rasanya.
Selama
kegiatan learn from home tentunya setiap pagi selalu ada literasi online
mengenai covid-a9, dilanjutkan dengan ujian akhir semester yang sehari 3 mata
pelajaran dan di tutup dengan literasi al-quran digital. Dimulai dari jam 7
hingga jam 1 siang. Sedikit melelahkan banyak membosankannya, ya karena ujian
ini berlangsung 2 minggu penuh. Bahkan sabtu dan minggu digunakan untuk remidi
dan pengayaan. Apa lagi mengerjakan di rumah, diatas kasur sambil rebahan semakin
malas saja rasanya. Tidak bertemu teman-teman ternyata cukup berpengaruh besar
pada tingkat semangat kita. Karena mungkin sudah terbiasa bersama, mengobrol,
bahkan mencontek.
Namun
dengan adanya learn from home ini juga terasa dampak positifnya. Kita bisa
kapan saja belajar, dimana saja, bahkan sambil makan atau tiduran pun bisa.
Selama
masa karantina aku juga menemukan hobi baru. Yakni memasak.
Sejujurnya
aku sangat tidak ahli dalam memasak, namun ku cobalah menu-menu viral ala
tiktok. Dalgona, pie susu, bahkan aku membuat martabak manis teflon di rumah.
Ya walaupun bentuk dan rasa tak sesuai ekspektasi namun oke lah untuk pemula
seperti aku. Selain memasak seperti biasa aku selalu membaca wattpad (aplikasi
novel online) setiap hari. Setiap jam setiap menit waktuku hanya ku habiskan
dengan wattpad, makan, dan tidur.
Pernah
suatu hari aku dan mama terpaksa keluar rumah untuk membeli kebutuhan rumah
yang sudah habis. Ternyata di sepanjang kawasan jalan Doho sudahj disediakan
tempat cuci tangan dan sabun, bahkan saat masuk toko kita diwajibkan mencuci
tangan dahulu, memakai masker, tidak memegang pegangan tangga, dan antri di
kasir dengan jarak minimal 1 ubin perorang. Ternyataq Kota Kediri cukup tanggap
dalam mencegah dan memutus mata rantai persebaran virus corona ini.
2
Mei bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, pagi-pagi bapak kepala sekolah
sudah memberi tahu jika aku ikut mewakili sekolah dalam diskusi online bersama
bapak Wali Kota melalui Zoom. Uh...rasanya itu bangga sekali. Banyak dari SMP
lain pula yang mengikuti diskusi tersebut, kira-kita 25 hingga 30 anak. Dan
betapa beruntungnya aku, aku mendapat kesempatan untuk tanya jawab dengan pak
wali. Akhirnya kutanyakan pertanyaan yang sudah lama aku ingin tahu sekali.
“pak
kan selama karantina ini kita hanya belajar dari rumah. Tidak bertemu
teman-teman dan guru, rasanya sangat membosankan. Dan malah banyak teman-teman
yang malas ketika diberi tugas online. Lalu bagaimana sih pak caranya untuk
menumbuhkan semangat untuk belajar di tengah keadaan seperti ini?” tanya ku.
“ya
terimakasih anggita, jadi gini nggit untuk menumbuhkan semangat belajar
tentunya kita harus membuat rencana belajar dahulu. Seperti ingin belajar apa,
dan melalui media apa kita belajar. Tidak melulu pelajaran saja namun pengembangan
bakat lainnya juga. List saja semua yang ingin kamu pelajari, misal ingin bisa
memasak, bisa bahasa inggris, bisa main piano. Setelah itu cari cara melalui
media sosial yang sesuai dengan gaya belajar kita. Pastikan kita belajar
menyenangkan agar kita nyaman.” Ujar pak wali
“ngomong-ngomong
cita-cita kamu pengen jadi apa nggit, terus motivasimu jadi itu apa?” tanya pak
wali
“saya
pengen jadi kepala kantor pajak pak, ya karena saya memang ahlinya di bidang
matematika. Apalagi depan sekoilah beacukai pak, bertambahlah motivasi saya
untuk belajar terus.”
“tidak
masalah, yang penting sekarang kita harus menambah dan menguatkan kapsitas
berfikir anak-anak.” Begitu tutur pak Wali.
Aku
pun mulai mengikuti saran dari Pak Wali, pertama ku list semua hal yang ingin
ku pelajari diantaranya memasak, menggambar, dan aku mulai menonton film barat
dengan subtitle bahasa inggris karena aku ingin lancar dalam berkomunikasi.
Jika dalam pelajaran bahasa inggris aku masih bisa mengikuti namun untuk
berkomunikasi secara langsung menurutku cukup sulit sehingga aku butuh upaya
ekstra dan giat belajar melalui menonton film yang menurutku merupakan cara
belajar yang cocok untukku.
Jadi
untuk teman-teman, jangan hanya rebahan dan nonton drakor atau film aja ya.
Kembangkan bakat dan hobi kalian. Kalau kita manfaatkan waktu dengan belajar
dengan rasa ikhlas dan tidak terpaksa pasti waktu liburan kita tidak akan
membosankan dan bermanfaat pula.
Penulis : Anggita Kusuma Wardhani
Editor : Red
Editor : Red
Komentar
Posting Komentar